Minggu, 24 November 2013

Praktek anak-anak KOPPEL di RRI MALANG



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Di era modern sekarang berbagai metode untuk mempromosikan kesehatan sangat banyak,dapat melalui ceramah, seminar, diskusi, majalah, pamphlet, poster, stiker, televise, radio internet dan lain sebagainya. Promosi kesehatan merupakan bagian dari Pembangunan Kesehatan Nasional. Promosi kesehatan merupakan salah satu bagian dalam Indonesia Sehat 2010 melalui peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta dalam lingkungan yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata,serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya di seluruh wilayah Republik Indonesia. 
Radio merupakan salah satu media elektronik yang cukup berpengaruh pada masyarakat. Media ini bisa juga sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan atau informasi kesehatan serta penyuluhan kesehatan. Radio sudah banyak di kenal oleh masyarakat baik pedesaan sampai perkotaan.Tidak semua stasiun radio terdapat acara yang mengambil tema kesehatan, stasiun radio lebih banyakmengambil tema hiburan dari pada informasi – informasi penting. Beberapa radio yang terdapat acara kesehatan yaitu RRI dan radio Mujahidin. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi ternyata membawa dampak yang luar biasa dalam masyarakat. Banyak manfaat yang bisa diperoleh, karena masyarakat dapat mengakses informasi seluas-luasnya dan sebanyak-banyaknya, dari berbagai media elektronik yang salah satunya radio ataupun beberapa stasiun radio.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Definisi Radio
Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik bisa disebut juga gelombang elektromagnetik. Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut seperti molekul udara.
Menurut Peraturan Pemerintah No : 55 tahun 1977 , Radio Siaran adalah pemancar radio yang langsung ditujukan kepada umum dalam bentuk suara dan mempergunakan gelombang radio sebagai media.

Gambar 1.1 : radio 
                                                                                                                     
B.     Fungsi Radio
Radio secara umum dalam kehidupan sehari hari digunakan sebagai sarana penyampai informasi. Suara yang kita dengar dari pesawat radio merupakan perubahan bentuk energi elektromagnetik dari gelombang radio yang ditangkap oleh pesawat radio, kemudian diubah melalui loudspeaker (pengeras suara) menjadi energi bunyi sehingga bisa kita dengar.

Suara yang kita dengar dari pesawat radio bisa berisi tentang hiburan, seperti musik, humor serta informasi-informasi yang berisi tentang teknologi, gaya hidup, info seni, dan budaya. Dan juga berita-berita tentang politik, ekonomi, kriminalitas, agama, bahkan kesehatan.

C.     Keuntungan Radio
Dapat menjangkau hampir seluruh warga negara dalam masyarakat, setiap waktu, setiap tempat, dan melibatkan siapa saja bahkan orang buta huruf serta di mana saja. Pendengar tidak harus tetap berada di depan pesawat radionya, tidak seperti halnya menonton televisi.
Mendengarkan rado  dapat dilakukan sambil melakukan hal-hal lainnya, berpindah tempat, tetapi harus tetap dengan konsentrasi tinggi. Hal ini berarti lebih banyak waktu yang dapat digunakan untuk mengerjakan hal-hal lainnya, sambil dapat mendengarkan/ menikmati suaranya. Ini juga berarti bahwa makin banyak pendengar yang dapat dijangkau sementara mereka masih tetap dapat bekerja sesuai tanggung jawab pekerjaannya.
Radio juga media elektronik termurah, baik pemancar maupun penerimanya. Karena kita hanya membutuhkan sebuah radio dari tape radio, radio dalam mobil atau aplikasi radio yang terdapat di dalam handphone. Tidak perlu mengeluarkan biaya lagi jika ingin mendengarkannya, hanya dengan mencari frekuensi yang kita inginkan, kita bisa langsung mendengarkannya secara gratis, dari waktu ke waktu. Ini berarti terdapat ruang untuk lebih banyak stasiun penyiaran dan lebih banyak pesawat penerima dalam sebuah perekonomian nasional. Dibandingkan dengan media lain, biaya yang rendah sama artinya dengan akses kepada pendengar yang lebih besar dan jangkauan lebih luas dari radio.

D.    Kelemahan Radio
Radio juga memiliki kelemahan-kelemahan dibandingkan media massa lainnya. Kelemahan-kelemahan itu adalah selintas yaitu siaran radio cepat hilang dan gampang dilupakan. Pendengar tidak dapat mengulang apa yang diucapkan sang penyiar radio semudah membalikkan kertas majalah atau Koran. Global, sajian informasi radio bersifat global, tidak detail. Oleh karena itu, angka-angka pun dibulatkan. Misalkan, ada berita tentang ‘253 orang karyawan pabrik sepatu diPHK secara sepihak’ maka sang penyiar akan mengatakan ‘dua ratus orang lebih karyawan abrik sepatu di PHK secara sepihak’. Memiliki batasan waktu, waktu siaran radio terbatas, umumnya siaran dibuka mulai pukul 05.00-24.00, maksimal 20 jam bila memungkinkan. Beralur linier, program acara disajikan dan dinikmati pendengar berdasarkan urutan yang sudah ada. Tidak seperti Koran atau majalah, pembaca bisa langsung kehalaman tengah atau terakhir sesuai yang diinginkan dan kadang mengandung gangguan, yaitu saat mendengarkan program acara radio, pendengar terkadang mengalami gangguan secara teknis. Misalnya, suara yang timbul-tenggelam atau tidak jelas.
Merujuk dari kekurangan dan kelebihan radio seperti sudah dijelaskan di atas maka radio harus dikelola dengan baik agar pendengar bisa mendapatkan apa yang diinginkan dan dibutuhkan. Kebutuhan tersebut bisa berupa informasi atau hiburan. Dan tentunya dapat menghasilkan manfaat yang berguna bagi si pengirim maupun penerima pesan suara.










BAB III
HASIL KUNJUNGAN DAN PEMBAHASAN
A.    Waktu dan tempat
Hari/ Tanggal                    : Senin , 15 – 18 Juli 2013
Tempat/Ruangan               : RRI malang
Waktu                               : 09.00 – selesai 
Pembimbing Lapangan     : Ali Sukamto, ApSAp.MAP.MOC
Kegiatan                            :Kunjungan Mengenai Peranan Media Radio Sebagai Promosi Kesehatan

B.     Sejarah singkat RRI Malang
1.      Awal mula siaran radio di Indonesia
Siaran radio di Indonesia pertama kali dikenal masyarakat sekitar tahun 1920 sejalan dengan perkembangan penjajahan Belanda di Indonesia saat itu. Belanda berhasi mendirikan pemancar radio telegraf di negeri Belanda, kemudian ditingkatkan menjadi radio telefoni. Lama kelamaan keinginan untuk menyelenggarakan radio pertama di Indonesia pada tanggal 16 Juni di Batavia dengan nama Bataviasche Radio Vereniging (BRV). di kota-kota yang dianggap strategis secara politik maupun ekonomi seperti Bandung, Cirebon, Surabaya, dan Malang didirikan stasiun relay.

2.      Lahirnya radio republik Indonesia

Pada masa pendudukan Jepang, pemerintah militer sepenuhnya mengendalikan media komunikasi massa sebagai salah satu alat propaganda, Khususnya mengenai radio siaran, baik swasta maupun semi pemerintah, maka pemerintah Jepang mendirikan badan yang mengurus dan menyelenggarakan siaran radio di pusat maupun di daerah-daerah. Badan ini bernama Hosokyokaki yang berada di Jakarta, Bandung, Purwekerto, Semarang, Solo, Surabaya dan Malang. Pada Tanggal 19 Agustus 1945, semua siaran Hosokyokaki dihentikan oleh pemerintah Jepang. Kemudian orang-orang siaran radio berinisiatif untuk mengaktifkan kembali siaran radio sebagai komunikasi pemerintah Indonesia dengan rakyat. Karena alat-alat lain seperti telepon, telegraf, pres dan lain-lain selain kurang cepat dan masalah sistem pemancarnya juga mudah terputus oleh pertempuran. Setelah beberapa pertemuan dengan pihak pemerintah, maka pada tanggal 11 September 1945, dilegasi sebuah ruang siap di gedung Radd Van Idie Penjoboan. Dalam rapat tersebut diambil beberapa keputusan dengan menetapkan: “tanggal 11 September 1945 ditetapkan sebagai hari berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI)”

3.      Lahirnya RRI stasiun regional malang
Pada pembangunan pertama pemerintah Indonesia, Malang juga ikut aktif untuk menunjang pembangunan, apalagi sejak zaman kemerdekaan dan satu bulan setelah itu, tepatnya 11 september 1945 lahirnya RADIO REPUBLIK INDONESIA (RRI), dan RRI Regional II Malang adalah salah satu bagian dari Radio Republik Indonesia yang keberadaanya memiliki sejarah yang HEROIK. Sejarah berdirinya RRI Regional II Malang ini terdiri dari empat periodik:
a)      Zaman Penjajahan Belanda
(NIRON dan GOLDBERG) Sebenarnya sebelum bangsa Indonesia memasuki Zaman kemerdekaan, di Malang sudah ada stasiun radio dengan nama NIROM (Netherland Indische Radio Omrep) yang berlokasi di jalan Cilaket (Sekarang Jl. Jaksa Agung Suprapto) sedangkan radio Goldberg, bertempat di Toko Goldberg (sekarang Jl. Basuki Rahmat/Kayutangan). NIROM dan GOLDBERG berdiri di kota Malang sekitar tahun 1936-1941.

b)      Zaman Penjajahan Jepang
(Malang Hosokyokai) ketika Jepang berkuasa di Indonesia, setelah mengalahkan tentara belanda, juga menguasai stasiun radio dikota Malang. Dengan mendirikan pemancar radio dan membangun stasiun eks Belanda, yang terletak di Jl. Betek (sekarang Jl. Mayjen Pandjaitan). Dimasa pendudukan Jepang, radio yang dibangun dinamakan HOSOKYOKAI dipimpin oleh Inokawa, sedang pimpinan teknik adalah Mayda, siarannya adalah Ishikawa. Dari sinilah masa perjuangan Radio Republik Indonesia yang diberi nama siaran Radio Republik Indonesia. Dengan peralatan bekas pemerintah Jepang itulah siaran-siaran radio ini sangat membantu untuk perjuangan di kota Malang. Namun karena beberapa cobaan yang merupakan hambatan, menjadikan siaran radio ini tidak selancar yang diharapkan, terutama karena adanya Clash I dan Clash II oleh Belanda.

c)      RRI di zaman perjuangan Kemerdekaan
Setelah pecahnya Clash I dan Clash II yang dilancarkan pihak belanda hampir dikatakan RRI Malang mendapat satu tuntutan yaitu ikut mengorbankan semangat juang bangsa. Pada tahun 1974, Pemancar daerah Malang selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Pada saat itu didirikan sebuah pesawat TB di kepanjen dengan kekuatan 60 Watt, akan tetapi tidak bertahan lama karena adanya gerakan bumi hangus sehingga harus pindah ke Blitar, dengan nama RRI cabang Malang di Blitar. Siarannya diadakan dengan gelombang 113 m, dengan panggilan YDO (Call Sign). Meskipun menggunakan pemancaran dan diesel yang kecil namun siarannya dapat ditangkap dengan baik, sehingga dapat mempengaruhi lawan, akibatnya stasiun RRI Malang dicari oleh pihak Belanda.

d)     RRI Malang Kembali Mengudara Sekitar Tahun 1962
Sekitar tahun 1962 dilakukan percobaan untuk mendirikan stasiun radio Malang atas bantuan dari PHB DAN VIII Brawijaya (Sekarang disebut HUB DAM V Brawijaya Malang) dengan sebuah pemancar RCA yang diperkuat dengan amplifier bermerek givson yang berkekuatan 60 Watt Output. Pada peringatan ulang tahun ke-18 Divisi Brawijaya Sojited di Jl. Creme 16 Malang. Setelah ulang tahun divisi usai maka pemerintah daerah Malang membentuk suatu panitia yang bertugas untuk mengambil alih dengan persetujuan divisi Brawijaya. Usaha ke pusat terus diperjuangkan sehingga akhirnya dengan surat Direktorat Radio dan Televisi tanggal 28 Desember 1963 nomor 1154/0.t/sec/1963 tentang radio RRI dan Televisi di kota Malang. Akhirnya pada bulan september 1965, RRI Persiapan diresmikan dengan nama RRI STUDIO MALANG oleh Kepala Stasiun RRI Surabaya.

4.      RRI cabang pratama di era reformasi
Dalam era reformasi RRI Malang berubah menjadi Perjan RRI Cabang Pratama Malang dibawah Departemen Keuangan, sesuai dengan SK nomor: 07/KEPDIRUT/2001, tanggal 20 April 2001. Sedangkan dalam pelaksanaan operasi sehari-hari, Lembaga Penyiaran Publik RRI Cabang Pratama Malang dipimpin oleh seorang kepala cabang dan dibantu oleh beberapa manager.

Gambar 1.2 : Lambang RRI
C.     Pembahasan
1.      Langkah - langkah yang harus dilakukan dalam pengembangan pesan adalah:
a)      Membuat konsep pesan-pesan yang berisikan ilustrasi-ilustrasi pendahuluan, kata-kata ungkapan, tema atau slogan yang merefleksikan strategi secara keseluruhan.
b)      Prates konsep pesan pada kelompok sasaran atau wakil-wakil perorangan yang diharapkan akan menghasilkan pesan yang bermutu. Memberikan perhatian khusus untuk gambar atau ilustrasi (bentuk yang tidak tertulis) untuk menghindari salah paham.
c)      Ciptakan dan kembangkan pesan-pesan yang lengkap beserta sarana pendukungnya
d)      Prates pesan yang lengkap dan bahan-bahan untuk pemahamna keseluruhan, kemampuan mengingat, titik yang kuat dan lemah, relevansi pribadi dan hal-hal peka atau masih diperdebatakan, sebelum diproduksi.
e)       Adanya tes ulang bahan-bahan sebelum diproduksi ulang untuk meyakinkan daya muat apakah masih efisien dan effektif.

2.      Etika dalam menyiarkan.
Ada beberapa metode yang harus di perhatikan sebelum melakukan siaran langsung. Di antaranya,tidak boleh merujuk kepada nama seseorang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, tidak boleh menyebut nama suatu produk obat dan dosisnya, barang, merek, klinik swasta serta klinis suatu penyakit secara detail.
Yang paling penting adalah bagaimana cara menyampaikan suatu permasalahan sekaligus upaya pencegahannya,baik yang bisa di lakukan secara mandiri maupun kelompok dan lain-lain

3.      Metode dalam penyampaian informasi.
a)      Metode Promosi Individual (perorangan)
Dalam promosi kesehatan,metode yang bersifat individual ini di gunakan untuk membina perilaku baru atau inovasi. Dasar di gunakan pendekatan individukarena setiap orang mempunyai masalah atau alasan yang berbeda.bentuk pendekatannya antara lain:
1)         Bimbingan dan penyuluhan
2)         Wawancara (interview)
b)       Metode Promosi Kelompok
Dalam promosi kesehatan yang bersifat kelompok, ini digunakan untuk membina prilaku pada suatu kelompok tertentu agar mereka dapat mengetahui dan mengikuti pesan yang kita berikan, cara yang dapat digunakan dalam menyampaikan pesan dapat dilakukan dengan ceramah.

c)       Metode Promosi Massa
Dalam promosi kesehatan secara massa dipakai untuk mengkomunikasikan pesn-pesan kesehatan yang ditunjukan kepada masyarakat yang bersifat massa atau publik. Cara yang digunakan antara lain:
1)      Ceramah umum
2)      Simulasi
3)      Dialog

4.      Teknik untuk mempengaruhi Massa
a.       Imbauan rasional
Hal ini didasarkan pada anggapan bahwa manusia pada dasarnya makhluk rasional. Contoh pesan : “Datanglah ke posyandu untuk imunisasi anak Anda. Imunisasi melindungi anak dari penyakit berbahaya”. Para ibu mengerti isi pesan tersebut, namun kadang tidak bertindak karena keraguan.

b.      Imbauan emosional
Kebanyakan perilaku manusia, terutama kaum ibu, lebih berdasar pada emosi daripada hasil pemikiran rasional. Beberapa hal menunjukan bahwa pesan dengan menggunakan imbauan emosional lebih berhasil dibanding dengan imbauan dengan bahasa rasional. Contoh : “Diare penyakit berbahaya, merupakan penyebab kematian bayi. Cegahlah dengan stop BAB sembarangan”. Kombinasikan hubungan gagasan dengan unsur visual dan nonverbal dalam poster, misalnya dengan gambar anak balita sakit, kemudian tertera pesan, “Lindungi anak Anda”

c.       Imbauan motivasional
Pesan ini dengan menggunakan bahasa imbauan motivasi yang menyebtuh sisi internal penerima pesan. Manusia dapat digerakan lewat dorongan kebutuhan biologis seperti lapar, haus, keselamatan, tetapi juga lewat dorongan psikologis seperti kasih sayang, keagamaan, prestasi, dan lain-lain.

5.      Syarat menjadi seorang penyiar
Syarat menjadi seorang penyiar yang baik adalah  seorang penyiar harus dalam keadaan prima, dapat mengolah vocal , dapat mengolah kata dan yang paling penting seorang bersemangat dan dapat menyampaikan topic sesuia dengan temanya.

6.      Promosi kesehatan yang dilakukan RRI
Banyak promosi kesehatan yang diberikan oleh RRI, seperti mendatangkan dokter untuk memberikan beberapa informasi kesehatan seperti membahas penyakit HIV/AIDS,DBD, dan lain-lain. Disini RRI juga mempunyai sebuah program kesehatan yang khusus membahas masalah kesehatan yaitu program Dunia Wanita.

BAB IV
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Media radio dalam promosi kesehatan dapat diartikan sebagai media bantu untuk promosi kesehatan yang dapat dilihat, didengar, untuk memperlancar komunikasi dan penyebar-luasan informasi.)
Media radio menyampaikan pendidikan atau promosi kesehatan dengan obrolan (Tanya – jawab), sandiwara radio, ceramah, radio spot, dan lain sebagainya.

B.       Saran
            Upaya promosi kesehatan perlu ditingkatkan dan tenaga kesehatan di lapangan diharapkan terus melakukan penyuluhan kesehatan yang berkesinambungan demi terbinanya kesehatan masyarakat salah satunya dengan pemanfatan media radio.

















DAFTAR PUSTAKA

http://www.rri-malang.com/ . Diakses pada tanggal 20 Oktober 2013.
D. J. Maulana, Heri. 2009. Promosi Kesehatan. Jakarta: EGC.
Machfoedz, Ircham. 2007. Pendidikan Kesehatan Bagian dari Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Fitramaya.
http://www.pamsimas.org  2009. Metode dan Media Promosi Kesehatan. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2013.















DOKUMENTASI















Jumat, 04 Januari 2013

Tugas Kimia Lingkungan


LIMBAH PADAT SEBAGAI TAMBANG PENGAHSILAN




Disusun oleh :
Chazizah Ayu Rahmanita       1206.13251.055

PROGRAM STUDI KESEHATAN LINGKUNGAN
STIKES WIDYAGAMA HUSADA
2012


KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Tuhan yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat – Nya penulis dapat menyelesaikan makalah tentang  “limbah padat sebagai tambang penghasilan”. Penulis mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah memberi bantuan dalam menyelesaikan makalah ini sehingga dapat di selesaikan dengan baik.
Penulis menyadari dalam proses penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun dari cara penulisannya. Namun demikian penulis telah berupaya dengan baik, dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga makalah ini dapat di selesaikan. Untuk kesempurnaan penulis dimasa yang akan datang kritik dan saran yang bersifat membangun sangatlah diharapkan. Dan penulis berharap makalah ini bermanfaat bagi seluruh pembaca. Agar menciptakan lingkungan yang bebas dari sampah.
.

                                                                                    Malang ,31 Desember 2012




BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, sampah adalah sesuatu yang tidak asing lagi di telinga, Setiap mata memandang di situ ada sampah, memang berlebihan jika dikatakan demikian. Namun semua itu memang kenyataan yang tidak dapat di pungkiri lagi. Sampah merupakan kotoran; bisa sesuatu yang tak terpakai dan dibuang; semua barang yang dibuang karena di anggap tak berguna lagi (Sulchan Yasyin. Kamus Pintar Bahasa Indonesia 213:1995.Amanah), berarti dapat katakan sampah adalah barang bekas, barang buangan, barang tidak berguna, barang kotor dan lain-lain. Sampah seharusnya dimanfaatkan, diolah dikelola sesuai dengan prosedur yang benar. Pengelolaan sampah yang baik harus memenuhi 3-R reduce (mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah), reuse (menggunakan kembali barang yang biasa dibuang), dan recycle (mendaur ulang), (Kompas, 4 Juli 2008).
Dalam kenyataannya, pengelolaan pengolahan sampah dalam kehidupan sehari-hari tidak seperti yang kita bayangkan. Sampah banyak dijumpai dimana-mana tanpa adanya pengelolaan yang baik. Pengelolaan yang buruk mengakibatkan pencemaran baik pencemaran udara, air di dalam dan atas permukaan, tanah, serta munculnya berbagai macam penyakit yang mengancam kesehatan warga (Bagong Suyoto. 2005 ” Menghindari Malapetaka Sampah” ). Sampah sering menjadi barang tidak berarti bagi manusia, sehingga menyebabkan sikap acuh tak acuh terhadap keberadaan sampah. Orang sering membuang sampah sembarangan, seolah-olah mereka tidak memiliki salah apapun. Padahal membuang sampah merupakan perbuatan yang tidak menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.


B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan dari uraian latar belakang masalah tersebut, dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.      Apa yang dimaksut dengan limbah?
2.      Apa yang dimaksut dengan limbah padat ?
3.      Bagaimana cara mengolah limbah padat ?


C. Tujuan
1.      Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang limbah padat.
2.      Untuk mengetahui cara mengolah limbah padat.

D. Manfaat
1.      Agar mahasiswa mendapat pengetahuan tentang limbah padat.
2.      Agar mahasisawa mengetahui cara mengelolah limbah padat.


BAB II
TINJAUN PUSTAKA
A.    Konsep Pengelolaan Sampah
Terdapat beberapa konsep tentang pengelolaan sampah yang berbeda penggunaanya antara negara-negara atau daerah yaitu :
                  Hirarki sampah, hirarki limbah merujuk pada “3M” mengurangi sampah, menggunakan kembali sampah dan daur ulang yang mengklasifikasikan strategi pengelolaan sampah sesuai dengan keinginan dari segi minimalisasi sampah. Tujuan limbah hirarki adalah untuk mengambil keuntungan meksimum dari produk-produk praktis dan menghasilkan jumlah minimum limbah.
                  Perpanjangan tanggung jawab penghasil sampah/extended producer responsibility (EPR). (EPR) adalah suatu strategi yang dirancang untuk mempromosikan integrasi semua biaya yang berkaitan dengan produk-produk mereka seluruh siklus hidup (termasuk akhir-of-pembuangan biaya hidup) ke dalam pasar harga produk. Tanggung jawab produsen di perpanjang dimaksudkan untuk menentukan akuntabilitas atas seluruh lifecycle produk dan kemasan di perkenalkan ke pasar.

B.     Dasar Pengolahan Limbah di Indonesia

Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan  Hidup No. 02/MENKLH/1988, yang dimaksud dengan pencemaran adalah Masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam air/udara, dan/atau berubahnya tatanan (komposisi) air/udara oleh kegiatan manusia atau proses alam sehngga kualitas udara/air menajdi kurang atau tidak dapar berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
Dengan semakin meningkatnya perkembangan sektor industri dan transportasi, baik indutri minyak dan gas bumi, pertanian, industri kimia, industri logam dasar, industri jasa dan jenis aktivitas manusia lainnya, maka semakin meningkat pulabtingkat pencemaran pada perairan, udara dan tanah akibat berbagai kegiatan tersebut(Rachmayanti, 2004).
Untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan oleh berbagai aktivitas tersebut maka perlu dilakukan  pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan, termasuk baku mutu air pada sumber air, baku mutu limbah cair, baku mutu udara ambien, baku mutu udara emisi dan sebagainya.

C.     Karakteristik Limbah   Secara Umum
Limbah merupakan bagian dari produk hasil pertanian yang pengelelolaannya perlu mendapat perhatian, karena dapat menjadi sumber bencana bagi manusia. Jika tidak dikelola dengan baik maka limbah pertanian sering menjadi tempat bersarang/berkembangbiak hama dan penyakit, terjadinya pencemaran (polusi) udara berupa gas Metan (CH4), COdan N2O (Baharuddin, 2010).
Secara umum, limbah pertanian merupakan limbah organik. Limbah  pertanian memiliki ciri-ciri umum. Ciri umum atau karakteristik tersebut dibagi dalam dua kategori, yaitu karakteristik secara fisika dan kimia.
KARAKTERISTIK
SUMBER LIMBAH
Fisika :

Warna
Bahan Organik, limbah industri dan domestic
Bau
Penguraian Limbah
Padatan
Sumber Air, Limbah industri dan domestic
Suhu
Limbah Industri dan Domestik
Kimia :
Karbohidrat
Limbah Industri, Perdagangan dan Domestik
Minyak dan Lemak
Limbah Industri, Perdagangan dan Domestik
Pestisida
Limbah hasil pertanian
Penol
Limbah Industri

BAB III
PEMBAHASAN
I.            Pengertian Limbah
Limbah yaitu kotoran yang dihasilkan karena pembuangan sampah atau zat kimia dari pabrik-pabrik. Limbah juga merupakan suatu bahan yang tidak berarti dan tidak berharga, tapi kita tidak mengetahui bahwa limbah juga bisa menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat jika diproses secara baik dan benar. Limbah juga bisa berarti sesuatu yang tidak berguna dan dibuang oleh kebanyakan orang, mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak berguna dan jika dibiarkan terlalu lama maka akan menyebabkan penyakit padahal dengan pengolahan sampah secara benar maka bias menjadikan sampah ini menjadi benda ekonomis.
Berangkat dari pandangan tersebut sehingga limbah dapat dirumuskan sebagai bahan sisa dari kehidupan sehari-hari masyarakat. limbah yang harus dikelola tersebut meliputi limbah yang dihasilkan dari :
  1. Rumah tangga
  2. Kegiatan komersial: pusat perdagangan, pasar, pertokoan, hotel, restoran, tempat hiburan.
  3. Fasilitas sosial : rumah ibadah, asrama, rumah tahanan/penjara, rumah sakit, klinik, puskesmas.
  4. Fasilitas umum: terminal, pelabuhan, bandara, halte kendaraan umum, taman, jalan,
  5. Industri
  6. Hasil pembersihan saluran terbuka umum seperti sungai, danau dan pantai.
II.            Pengertian limbah padat
                               
      Limbah padat adalah hasil buangan industri yang berupa padatan, lumpur ataububur yang berasal dari suatu proses pengolahan. Limbah padat berasal dari kegiatan industri dan domestik. Limbah domestic pada umumnya berbentuk limbah padat rumah tangga, limbah padat kegiatan perdagangan, perkantoran, peternakan, pertanian serta dari tempat-tempat umum.Jenis-jenis limbah padat: kertas, kayu, kain, karet/kulit tiruan, plastik, metal,gelas/kaca, organik, bakteri, kulit telur, dll.Sumber-sumber dari limbah padat sendiri meliputi seperti pabrik gula, pulp,kertas, rayon, plywood, limbah nuklir, pengawetan buah, ikan, atau daging. Secaragaris besar limbah padat terdiri dari :
1.      Limbah padat yang mudah terbakar.
2.      Limbah padat yang sukar terbakar.
3.      Limbah padat yang mudah membusuk.
4.      Limbah yang dapat di daur ulang.
5.      Limbah radioaktif.
6.      Bongkaran bangunan.

III.            Pengelolaan limbah padat.
A.    Pengelolahan limbah padat
Pengolahan limbah padat dapat dilakukan dengan berbagai cara yang tentunya dapat menjadikan limbah tersebut tidak berdampak buruk bagi lingkungan ataupun kesehatan. Menurut sifatnya pengolahan limbah padat dapat dibagi menjadi dua cara yaitu pengolahan limbah padat tanpa pengolahan dan pengolahan limbah padat dengan pengolahan.
1)      Limbah padat tanpa pengolahan : Limbah padat yang tidak mengandung unsur kimia yang beracun dan berbahaya dapat langsung dibuang ke tempat tertentu sebagai TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
2)      Limbah padat dengan pengolahan : Limbah padat yang mengandung unsur kimia beracun dan berbahaya harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke tempat-tempat tertentu.
Pengolahan limbah juga dapat dilakukan dengan cara-cara yang sedehana lainnya misalnya, dengan cara mendaur ulang, Dijual kepasar loak atau tukang rongsokan yang biasa lewat di depan rumah – rumah. Cara ini bisa menjadikan limbah atau sampah yang semula bukan apa-apa sehingga bisa menjadi barang yang ekonomis dan bisa menghasilkan uang.
Dapat juga dijual kepada tetangga kita yang menjadi tukang loak ataupun pemulung. Barang-barang yang dapat dijual antara lain kertas-kertas bekas, koran bekas, majalah bekas, botol bekas, ban bekas, radio tua, TV tua dan sepeda yang usang.
Dapat juga dengan cara pembakaran. Cara ini adalah cara yang paling mudah untuk dilakukan karena tidak membutuhkan usaha keras. Cara ini bisa dilakukan dengan cara membakar limbah-limbah padat misalnya kertas-kertas dengan menggunakan minyak tanah lalu dinyalakan apinya.
Kelebihan cara membakar ini adalah mudah dan tidak membutuhkan usaha keras, membutuhkan tempat atau lokasi yang cukup kecil dan dapat digunakan sebagai sumber energi baik untuk pembangkit uap air panas, listrik dan pencairan logam.

Faktor – faktor yang perlu kita perhatikan sebelum kita mengolah limbah padat tersebut adalah sebagai berikut :
1)  Jumlah Limbah
Sedikit dapat dengan mudah kita tangani sendiri. Banyak dapat membutuhkan penanganan khusus tempat dan sarana pembuangan.
2)   Sifat fisik dan kimia limbah
Sifat fisik mempengaruhi pilihan tempat pembuangan, sarana penggankutan dan pilihan pengolahannya. Sifat kimia dari limbah padat akan merusak dan mencemari lingkungan dengan cara membentuk senyawa-senyawa baru.
3)  Kemungkinan pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Karena lingkungan ada yang peka atau tidak peka terhadap pencemaran, maka perlu kita perhatikan tempat pembuangan akhir (TPA), unsur yang akan terkena, dan tingkat pencemaran yang akan timbul.
4)   Tujuan akhir dari pengolahan
Terdapat tujuan akhir dari pengolahan yaitu bersifat ekonomis dan bersifat non-ekonomis. Tujuan pengolahan yang bersifat ekonomis adalah dengan meningkatkan efisiensi pabrik secara menyeluruh dan mengambil kembali bahan yang masih berguna untuk di daur ulang atau di manfaat lain. Sedangkan tujuan pengolahan yang bersifat non-ekonomis adalah untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan.

B.     Mekanisme proses pengelolahan limbah padat
Dalam memproses pengolahan limbah padat terdapat empat proses yaitu pemisahan, penyusunan ukuran, pengomposan, dan pembuangan limbah.
  1. Pemisahan
Karena limbah padat terdiri dari ukuran yang berbedan dan kandungan bahan yang berbeda juga maka harus dipisahkan terlebih dahulu, supaya peralatan pengolahan menjadi awet.
1.      Sistem pemisahan ada tiga yaitu diantaranya :
a.       Sistem Balistik. Adalah sistem pemisahan untuk mendapatkan keseragaman ukuran / berat / volume.
b.      Sistem Gravitasi. Adalah sistem pemisahan berdasarkan gaya berat misalnya Syarat barang yang ringan / terapung dan barang yang berat / tenggelam.
c.       Sistem Magnetis. Adalah sistem pemisahan berdasarkan sifat magnet yang bersifat magnet, akan langsung menempel. Misalnya untuk memisahkan campuran logam dan non logam.
2.      Limbah dapat di pisahkan berdasarkan golongannya :
1)      Limbah di bagi menjadi dua jenis :
a.       Limbah organik :
Sampah organik adalah sampah yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (sering disebut dengan kompos). Kompos merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dipercepat oleh bantuan manusia.
b.      Limbah non – organik :
Sampah anorganik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis sehingga penghancurannya membutuhkan waktu yang sangat lama. Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.
2)      Penanganan limbah :
1.      Penanganan Sampah Organik
Penanganan sampah organik ditujukan pada pembuatan kompos mandiri yang dilakukan di tiap rumah tangga dan tiap RT kampung. Prosesnya sangat mudah, murah dan bermanfaat dapat berasal dari sampah dapur (rumah tangga) ataupun sampah pekarangan (RT)
2.      Penanganan sampah Non-Organik
Di tiap rumah tangga harus memisahkan sampah plastik, logam dan kaca, serta  membuangnya ke tong-tong sampah sesuai jenis sampah yang telah di sediakan. Sampah-sampah tersebut akan di bawa ke tempat pengumpulan sampah untuk dipilih mana yang masih dapat dijual mana yang tidak dijual. Hampir semua sampah non organik dapat dijual ke pengepul
  1. Penyusunan Ukuran
Penyusunan ukuran dilakukan untuk memperoleh ukuran yang lebih kecil agar pengolahannya menjadi mudah.
  1. Pengomposan
Pengomposan dilakukan terhadap buangan / limbah yang mudah membusuk, sampah kota, buangan atau kotoran hewan ataupun juga pada lumpur pabrik. Supaya hasil pengomposan baik, limbah padat harus dipisahkan dan disamakan ukurannya atau volumenya.
  1. Pembuangan Limbah
Proses akhir dari pengolahan limbah padat adalah pembuangan limbah yang dibagi menjadi dua yaitu :
a)      Pembuangan Di Laut
Pembuangan limbah padat di laut, tidak boleh dilakukan pada sembarang tempat dan perlu diketahui bahwa tidak semua limbah padat dapat dibuang ke laut. Hal ini disebabkan :
1)      Laut sebagai tempat mencari ikan bagi nelayan.
2)      Laut sebagai tempat rekreasi dan lalu lintas kapal.
3)      Laut menjadi dangkal.
4)      Limbah padat yang mengandung senyawa kimia beracun dan berbahaya dapat membunuh biota laut.
b)      Pembuangan Di Darat Atau Tanah
Untuk pembuangan di darat perlu dilakukan pemilihan lokasi yang harus dipertimbangkan sebagai berikut :
1)      Pengaruh iklim, temperatur dan angin.
2)      Struktur tanah.
3)      Jaraknya jauh dengan permukiman.
4)      Pengaruh terhadat sumber lain, perkebunan, perikanan, peternakan, flora atau fauna. Pilih lokasi yang benar-benar tidak ekonomis lagi untuk kepentingan apapun.

C.      Manfaat  pengolahan limbah
Manfaat dari pengolahan limbah  yaitu :
1.      Penghematan sumber daya alam
2.      Penghematan energi
3.      Penghematan lahan TPA
4.      Lingkungan asri (bersih, sehat, nyaman)
5.      Mengurangi Pencemaran
Bencana Sampah yang tidak di kelola dengan baik
Sampah yang tidak dikelola akan menyebabkan :
1.      Longsor tumpukan sampah
2.       Sumber penyakit
3.      Pencemaran lingkungan
4.       Menyebabkan banjir




BAB III
PENUTUP
 Kesimpulan 
Kesimpulan dari makalah ini adalah pengolahan sampah dengan pengelolaan yang baik akan mendatangkan keuntungan dalam hubungan timbal balik antara masyarakat dengan lingkungan sekitar. Sampah baik organik dan anorganik harus mampu diolah, dikelola, dan dimanfaatkan dengan baik



DAFTAR PUSTAKA
Amri.. ” Sulap Sampah Jadi Barang Bermanfaat. 2008.