BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Di era modern sekarang berbagai metode
untuk mempromosikan kesehatan sangat banyak,dapat melalui ceramah, seminar,
diskusi, majalah, pamphlet, poster, stiker, televise, radio internet dan lain
sebagainya. Promosi kesehatan merupakan bagian dari
Pembangunan
Kesehatan Nasional. Promosi kesehatan
merupakan salah satu bagian dalam Indonesia Sehat 2010 melalui peningkatan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud
derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan Negara
Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dengan perilaku hidup bersih dan sehat
serta dalam lingkungan yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau
pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata,serta memiliki derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya di seluruh wilayah Republik Indonesia.
Radio merupakan salah satu media
elektronik yang cukup berpengaruh pada masyarakat. Media ini bisa juga sebagai
sarana untuk menyampaikan pesan-pesan atau informasi kesehatan serta penyuluhan
kesehatan. Radio sudah banyak di kenal oleh masyarakat baik pedesaan sampai
perkotaan.Tidak semua stasiun radio terdapat acara yang mengambil tema
kesehatan, stasiun radio lebih banyakmengambil tema hiburan dari pada informasi
– informasi penting. Beberapa radio yang
terdapat acara kesehatan yaitu RRI dan
radio Mujahidin. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi ternyata
membawa dampak yang luar biasa dalam
masyarakat. Banyak manfaat yang bisa diperoleh, karena masyarakat dapat
mengakses informasi seluas-luasnya dan sebanyak-banyaknya, dari berbagai media
elektronik yang salah satunya radio ataupun beberapa stasiun radio.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi
Radio
Radio
adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi
dan radiasi elektromagnetik bisa disebut juga gelombang elektromagnetik.
Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat
ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium
pengangkut seperti molekul udara.
Menurut
Peraturan Pemerintah No : 55 tahun 1977 , Radio Siaran adalah pemancar radio
yang langsung ditujukan kepada umum dalam bentuk suara dan mempergunakan
gelombang radio sebagai media.
Gambar 1.1 : radio
B. Fungsi
Radio
Radio secara umum dalam kehidupan
sehari hari digunakan sebagai sarana penyampai informasi. Suara yang kita
dengar dari pesawat radio merupakan perubahan bentuk energi elektromagnetik
dari gelombang radio yang ditangkap oleh pesawat radio, kemudian diubah melalui
loudspeaker (pengeras suara) menjadi energi bunyi sehingga bisa kita dengar.
Suara yang kita dengar dari pesawat
radio bisa berisi tentang hiburan, seperti musik, humor serta
informasi-informasi yang berisi tentang teknologi,
gaya hidup, info seni, dan budaya. Dan juga berita-berita tentang politik,
ekonomi, kriminalitas, agama, bahkan kesehatan.
C. Keuntungan
Radio
Dapat
menjangkau hampir seluruh warga negara dalam masyarakat, setiap waktu, setiap
tempat, dan melibatkan siapa saja bahkan orang buta huruf serta di mana saja.
Pendengar tidak harus tetap berada di depan pesawat radionya, tidak seperti
halnya menonton televisi.
Mendengarkan
rado dapat dilakukan sambil melakukan
hal-hal lainnya, berpindah tempat, tetapi harus tetap dengan konsentrasi
tinggi. Hal ini berarti lebih banyak waktu yang dapat digunakan untuk
mengerjakan hal-hal lainnya, sambil dapat mendengarkan/ menikmati suaranya. Ini
juga berarti bahwa makin banyak pendengar yang dapat dijangkau sementara mereka
masih tetap dapat bekerja sesuai tanggung jawab pekerjaannya.
Radio
juga media elektronik termurah, baik pemancar maupun penerimanya. Karena kita
hanya membutuhkan sebuah radio dari tape radio, radio dalam mobil atau aplikasi
radio yang terdapat di dalam handphone. Tidak perlu mengeluarkan biaya lagi
jika ingin mendengarkannya, hanya dengan mencari frekuensi yang kita inginkan,
kita bisa langsung mendengarkannya secara gratis, dari waktu ke waktu. Ini
berarti terdapat ruang untuk lebih banyak stasiun penyiaran dan lebih banyak
pesawat penerima dalam sebuah perekonomian nasional. Dibandingkan dengan media
lain, biaya yang rendah sama artinya dengan akses kepada pendengar yang lebih besar
dan jangkauan lebih luas dari radio.
D. Kelemahan
Radio
Radio
juga memiliki kelemahan-kelemahan dibandingkan media massa lainnya.
Kelemahan-kelemahan itu adalah selintas yaitu siaran radio cepat hilang dan
gampang dilupakan. Pendengar tidak dapat mengulang apa yang diucapkan sang
penyiar radio semudah membalikkan kertas majalah atau Koran. Global, sajian
informasi radio bersifat global, tidak detail. Oleh karena itu, angka-angka pun
dibulatkan. Misalkan, ada berita tentang ‘253 orang karyawan pabrik sepatu
diPHK secara sepihak’ maka sang penyiar akan mengatakan ‘dua ratus orang lebih
karyawan abrik sepatu di PHK secara sepihak’. Memiliki batasan waktu, waktu
siaran radio terbatas, umumnya siaran dibuka mulai pukul 05.00-24.00, maksimal
20 jam bila memungkinkan. Beralur linier, program acara disajikan dan dinikmati
pendengar berdasarkan urutan yang sudah ada. Tidak seperti Koran atau majalah,
pembaca bisa langsung kehalaman tengah atau terakhir sesuai yang diinginkan dan
kadang mengandung gangguan, yaitu saat mendengarkan program acara radio,
pendengar terkadang mengalami gangguan secara teknis. Misalnya, suara yang
timbul-tenggelam atau tidak jelas.
Merujuk dari
kekurangan dan kelebihan radio seperti sudah dijelaskan di atas maka radio
harus dikelola dengan baik agar pendengar bisa mendapatkan apa yang diinginkan
dan dibutuhkan. Kebutuhan tersebut bisa berupa informasi atau hiburan. Dan
tentunya dapat menghasilkan manfaat yang berguna bagi si pengirim maupun
penerima pesan suara.
BAB
III
HASIL
KUNJUNGAN DAN PEMBAHASAN
A. Waktu
dan tempat
Hari/ Tanggal :
Senin , 15
– 18 Juli
2013
Tempat/Ruangan : RRI malang
Waktu : 09.00 – selesai
Pembimbing Lapangan :
Ali Sukamto, ApSAp.MAP.MOC
Kegiatan :Kunjungan Mengenai Peranan Media Radio
Sebagai Promosi Kesehatan
B. Sejarah
singkat RRI Malang
1. Awal
mula siaran radio di Indonesia
Siaran
radio di Indonesia pertama kali dikenal masyarakat sekitar tahun 1920 sejalan
dengan perkembangan penjajahan Belanda di Indonesia saat itu. Belanda berhasi
mendirikan pemancar radio telegraf di negeri Belanda, kemudian ditingkatkan
menjadi radio telefoni. Lama kelamaan keinginan untuk menyelenggarakan radio
pertama di Indonesia pada tanggal 16 Juni di Batavia dengan nama Bataviasche
Radio Vereniging (BRV). di kota-kota yang dianggap strategis secara politik
maupun ekonomi seperti Bandung, Cirebon, Surabaya, dan Malang didirikan stasiun
relay.
2. Lahirnya
radio republik Indonesia
Pada
masa pendudukan Jepang, pemerintah militer sepenuhnya mengendalikan media
komunikasi massa sebagai salah satu alat propaganda, Khususnya mengenai radio
siaran, baik swasta maupun semi pemerintah, maka pemerintah Jepang mendirikan
badan yang mengurus dan menyelenggarakan siaran radio di pusat maupun di
daerah-daerah. Badan ini bernama Hosokyokaki yang berada di Jakarta, Bandung,
Purwekerto, Semarang, Solo, Surabaya dan Malang. Pada Tanggal 19 Agustus 1945,
semua siaran Hosokyokaki dihentikan oleh pemerintah Jepang. Kemudian
orang-orang siaran radio berinisiatif untuk mengaktifkan kembali siaran radio
sebagai komunikasi pemerintah Indonesia dengan rakyat. Karena alat-alat lain
seperti telepon, telegraf, pres dan lain-lain selain kurang cepat dan masalah
sistem pemancarnya juga mudah terputus oleh pertempuran. Setelah beberapa
pertemuan dengan pihak pemerintah, maka pada tanggal 11 September 1945,
dilegasi sebuah ruang siap di gedung Radd Van Idie Penjoboan. Dalam rapat
tersebut diambil beberapa keputusan dengan menetapkan: “tanggal 11 September
1945 ditetapkan sebagai hari berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI)”
3. Lahirnya
RRI stasiun regional malang
Pada
pembangunan pertama pemerintah Indonesia, Malang juga ikut aktif untuk
menunjang pembangunan, apalagi sejak zaman kemerdekaan dan satu bulan setelah
itu, tepatnya 11 september 1945 lahirnya RADIO REPUBLIK INDONESIA (RRI), dan
RRI Regional II Malang adalah salah satu bagian dari Radio Republik Indonesia
yang keberadaanya memiliki sejarah yang HEROIK. Sejarah berdirinya RRI Regional
II Malang ini terdiri dari empat periodik:
a) Zaman
Penjajahan Belanda
(NIRON dan GOLDBERG)
Sebenarnya sebelum bangsa Indonesia memasuki Zaman kemerdekaan, di Malang sudah
ada stasiun radio dengan nama NIROM (Netherland Indische Radio Omrep) yang
berlokasi di jalan Cilaket (Sekarang Jl. Jaksa Agung Suprapto) sedangkan radio
Goldberg, bertempat di Toko Goldberg (sekarang Jl. Basuki Rahmat/Kayutangan).
NIROM dan GOLDBERG berdiri di kota Malang sekitar tahun 1936-1941.
b) Zaman
Penjajahan Jepang
(Malang Hosokyokai)
ketika Jepang berkuasa di Indonesia, setelah mengalahkan tentara belanda, juga
menguasai stasiun radio dikota Malang. Dengan mendirikan pemancar radio dan
membangun stasiun eks Belanda, yang terletak di Jl. Betek (sekarang Jl. Mayjen Pandjaitan).
Dimasa pendudukan Jepang, radio yang dibangun dinamakan HOSOKYOKAI dipimpin
oleh Inokawa, sedang pimpinan teknik adalah Mayda, siarannya adalah Ishikawa.
Dari sinilah masa perjuangan Radio Republik Indonesia yang diberi nama siaran
Radio Republik Indonesia. Dengan peralatan bekas pemerintah Jepang itulah
siaran-siaran radio ini sangat membantu untuk perjuangan di kota Malang. Namun
karena beberapa cobaan yang merupakan hambatan, menjadikan siaran radio ini
tidak selancar yang diharapkan, terutama karena adanya Clash I dan Clash II
oleh Belanda.
c) RRI
di zaman perjuangan Kemerdekaan
Setelah pecahnya Clash
I dan Clash II yang dilancarkan pihak belanda hampir dikatakan RRI Malang
mendapat satu tuntutan yaitu ikut mengorbankan semangat juang bangsa. Pada
tahun 1974, Pemancar daerah Malang selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke
tempat lain. Pada saat itu didirikan sebuah pesawat TB di kepanjen dengan
kekuatan 60 Watt, akan tetapi tidak bertahan lama karena adanya gerakan bumi
hangus sehingga harus pindah ke Blitar, dengan nama RRI cabang Malang di
Blitar. Siarannya diadakan dengan gelombang 113 m, dengan panggilan YDO (Call
Sign). Meskipun menggunakan pemancaran dan diesel yang kecil namun siarannya
dapat ditangkap dengan baik, sehingga dapat mempengaruhi lawan, akibatnya
stasiun RRI Malang dicari oleh pihak Belanda.
d) RRI
Malang Kembali Mengudara Sekitar Tahun 1962
Sekitar tahun 1962
dilakukan percobaan untuk mendirikan stasiun radio Malang atas bantuan dari PHB
DAN VIII Brawijaya (Sekarang disebut HUB DAM V Brawijaya Malang) dengan sebuah
pemancar RCA yang diperkuat dengan amplifier bermerek givson yang berkekuatan
60 Watt Output. Pada peringatan ulang tahun ke-18 Divisi Brawijaya Sojited di
Jl. Creme 16 Malang. Setelah ulang tahun divisi usai maka pemerintah daerah
Malang membentuk suatu panitia yang bertugas untuk mengambil alih dengan
persetujuan divisi Brawijaya. Usaha ke pusat terus diperjuangkan sehingga
akhirnya dengan surat Direktorat Radio dan Televisi tanggal 28 Desember 1963
nomor 1154/0.t/sec/1963 tentang radio RRI dan Televisi di kota Malang. Akhirnya
pada bulan september 1965, RRI Persiapan diresmikan dengan nama RRI STUDIO
MALANG oleh Kepala Stasiun RRI Surabaya.
4. RRI
cabang pratama di era reformasi
Dalam
era reformasi RRI Malang berubah menjadi Perjan RRI Cabang Pratama Malang
dibawah Departemen Keuangan, sesuai dengan SK nomor: 07/KEPDIRUT/2001, tanggal
20 April 2001. Sedangkan dalam pelaksanaan operasi sehari-hari, Lembaga
Penyiaran Publik RRI Cabang Pratama Malang dipimpin oleh seorang kepala cabang
dan dibantu oleh beberapa manager.
Gambar 1.2 : Lambang RRI
C. Pembahasan
1. Langkah
- langkah yang harus dilakukan dalam pengembangan pesan adalah:
a) Membuat
konsep pesan-pesan yang berisikan ilustrasi-ilustrasi pendahuluan, kata-kata
ungkapan, tema atau slogan yang merefleksikan strategi secara keseluruhan.
b) Prates
konsep pesan pada kelompok sasaran atau wakil-wakil perorangan yang diharapkan
akan menghasilkan pesan yang bermutu. Memberikan perhatian khusus untuk gambar
atau ilustrasi (bentuk yang tidak tertulis) untuk menghindari salah paham.
c) Ciptakan
dan kembangkan pesan-pesan yang lengkap beserta sarana pendukungnya
d) Prates pesan yang lengkap dan bahan-bahan
untuk pemahamna keseluruhan, kemampuan mengingat, titik yang kuat dan lemah,
relevansi pribadi dan hal-hal peka atau masih diperdebatakan, sebelum
diproduksi.
e) Adanya tes ulang bahan-bahan sebelum
diproduksi ulang untuk meyakinkan daya muat apakah masih efisien dan effektif.
2. Etika
dalam menyiarkan.
Ada
beberapa metode yang harus di perhatikan sebelum melakukan siaran langsung. Di
antaranya,tidak boleh merujuk kepada nama seseorang untuk mendapatkan pelayanan
kesehatan, tidak boleh menyebut nama suatu produk obat dan dosisnya, barang,
merek, klinik swasta serta klinis suatu penyakit secara detail.
Yang
paling penting adalah bagaimana cara menyampaikan suatu permasalahan sekaligus
upaya pencegahannya,baik yang bisa di lakukan secara mandiri maupun kelompok
dan lain-lain
3. Metode
dalam penyampaian informasi.
a) Metode
Promosi Individual (perorangan)
Dalam promosi
kesehatan,metode yang bersifat individual ini di gunakan untuk membina perilaku
baru atau inovasi. Dasar di gunakan pendekatan individukarena setiap orang
mempunyai masalah atau alasan yang berbeda.bentuk pendekatannya antara lain:
1)
Bimbingan dan penyuluhan
2)
Wawancara (interview)
b) Metode Promosi Kelompok
Dalam promosi kesehatan
yang bersifat kelompok, ini digunakan untuk membina prilaku pada suatu kelompok
tertentu agar mereka dapat mengetahui dan mengikuti pesan yang kita berikan,
cara yang dapat digunakan dalam menyampaikan pesan dapat dilakukan dengan
ceramah.
c) Metode Promosi Massa
Dalam promosi kesehatan
secara massa dipakai untuk mengkomunikasikan pesn-pesan kesehatan yang
ditunjukan kepada masyarakat yang bersifat massa atau publik. Cara yang
digunakan antara lain:
1) Ceramah
umum
2) Simulasi
3) Dialog
4. Teknik
untuk mempengaruhi Massa
a. Imbauan rasional
Hal
ini didasarkan pada anggapan bahwa manusia pada dasarnya makhluk rasional.
Contoh pesan : “Datanglah ke posyandu untuk imunisasi anak Anda. Imunisasi
melindungi anak dari penyakit berbahaya”. Para ibu mengerti isi pesan tersebut,
namun kadang tidak bertindak karena keraguan.
b. Imbauan emosional
Kebanyakan
perilaku manusia, terutama kaum ibu, lebih berdasar pada emosi daripada hasil
pemikiran rasional. Beberapa hal menunjukan bahwa pesan dengan menggunakan
imbauan emosional lebih berhasil dibanding dengan imbauan dengan bahasa
rasional. Contoh : “Diare penyakit berbahaya, merupakan penyebab kematian bayi.
Cegahlah dengan stop BAB sembarangan”. Kombinasikan hubungan gagasan dengan
unsur visual dan nonverbal dalam poster, misalnya dengan gambar anak balita
sakit, kemudian tertera pesan, “Lindungi anak Anda”
c. Imbauan motivasional
Pesan
ini dengan menggunakan bahasa imbauan motivasi yang menyebtuh sisi internal
penerima pesan. Manusia dapat digerakan lewat dorongan kebutuhan biologis
seperti lapar, haus, keselamatan, tetapi juga lewat dorongan psikologis seperti
kasih sayang, keagamaan, prestasi, dan lain-lain.
5. Syarat
menjadi seorang penyiar
Syarat
menjadi seorang penyiar yang baik adalah
seorang penyiar harus dalam keadaan prima, dapat mengolah vocal , dapat
mengolah kata dan yang paling penting seorang bersemangat dan dapat
menyampaikan topic sesuia dengan temanya.
6. Promosi
kesehatan yang dilakukan RRI
Banyak
promosi kesehatan yang diberikan oleh RRI, seperti mendatangkan dokter untuk
memberikan beberapa informasi kesehatan seperti membahas penyakit HIV/AIDS,DBD,
dan lain-lain. Disini RRI juga mempunyai sebuah program kesehatan yang khusus membahas
masalah kesehatan yaitu program Dunia Wanita.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Media radio dalam promosi kesehatan dapat diartikan sebagai
media bantu untuk promosi kesehatan yang dapat dilihat, didengar, untuk
memperlancar komunikasi dan penyebar-luasan informasi.)
Media radio menyampaikan pendidikan atau promosi kesehatan
dengan obrolan (Tanya – jawab), sandiwara radio, ceramah, radio spot, dan lain
sebagainya.
B. Saran
Upaya
promosi kesehatan perlu ditingkatkan dan tenaga kesehatan di lapangan diharapkan
terus melakukan penyuluhan kesehatan yang berkesinambungan demi terbinanya
kesehatan masyarakat salah satunya dengan pemanfatan media radio.
DAFTAR PUSTAKA
http://reypadji.wordpress.com/2012/10/10/media-promosi-kesehatan/
. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2013.
http://www.rri-malang.com/
. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2013.
D. J. Maulana,
Heri. 2009. Promosi Kesehatan. Jakarta: EGC.
Machfoedz,
Ircham. 2007. Pendidikan Kesehatan Bagian dari Promosi Kesehatan. Yogyakarta:
Fitramaya.
http://bascommetro.blogspot.com/2009/05/konsep-belajar-dalam-promosi-kesehatan.
. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2013.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22670/4/Chapter%20II.pdf.
Diakses pada tanggal 20 Oktober 2013.
http://elearning.unesa.ac.id/pdf-archive/pengertian-media-promosi-billboard.pdf.
Diakses pada tanggal 20 Oktober 2013.
http://www.pamsimas.org
2009. Metode dan Media Promosi Kesehatan.
Diakses pada tanggal 20 Oktober 2013.
DOKUMENTASI
