Minggu, 24 November 2013

Praktek anak-anak KOPPEL di RRI MALANG



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Di era modern sekarang berbagai metode untuk mempromosikan kesehatan sangat banyak,dapat melalui ceramah, seminar, diskusi, majalah, pamphlet, poster, stiker, televise, radio internet dan lain sebagainya. Promosi kesehatan merupakan bagian dari Pembangunan Kesehatan Nasional. Promosi kesehatan merupakan salah satu bagian dalam Indonesia Sehat 2010 melalui peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta dalam lingkungan yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata,serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya di seluruh wilayah Republik Indonesia. 
Radio merupakan salah satu media elektronik yang cukup berpengaruh pada masyarakat. Media ini bisa juga sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan atau informasi kesehatan serta penyuluhan kesehatan. Radio sudah banyak di kenal oleh masyarakat baik pedesaan sampai perkotaan.Tidak semua stasiun radio terdapat acara yang mengambil tema kesehatan, stasiun radio lebih banyakmengambil tema hiburan dari pada informasi – informasi penting. Beberapa radio yang terdapat acara kesehatan yaitu RRI dan radio Mujahidin. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi ternyata membawa dampak yang luar biasa dalam masyarakat. Banyak manfaat yang bisa diperoleh, karena masyarakat dapat mengakses informasi seluas-luasnya dan sebanyak-banyaknya, dari berbagai media elektronik yang salah satunya radio ataupun beberapa stasiun radio.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Definisi Radio
Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik bisa disebut juga gelombang elektromagnetik. Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut seperti molekul udara.
Menurut Peraturan Pemerintah No : 55 tahun 1977 , Radio Siaran adalah pemancar radio yang langsung ditujukan kepada umum dalam bentuk suara dan mempergunakan gelombang radio sebagai media.

Gambar 1.1 : radio 
                                                                                                                     
B.     Fungsi Radio
Radio secara umum dalam kehidupan sehari hari digunakan sebagai sarana penyampai informasi. Suara yang kita dengar dari pesawat radio merupakan perubahan bentuk energi elektromagnetik dari gelombang radio yang ditangkap oleh pesawat radio, kemudian diubah melalui loudspeaker (pengeras suara) menjadi energi bunyi sehingga bisa kita dengar.

Suara yang kita dengar dari pesawat radio bisa berisi tentang hiburan, seperti musik, humor serta informasi-informasi yang berisi tentang teknologi, gaya hidup, info seni, dan budaya. Dan juga berita-berita tentang politik, ekonomi, kriminalitas, agama, bahkan kesehatan.

C.     Keuntungan Radio
Dapat menjangkau hampir seluruh warga negara dalam masyarakat, setiap waktu, setiap tempat, dan melibatkan siapa saja bahkan orang buta huruf serta di mana saja. Pendengar tidak harus tetap berada di depan pesawat radionya, tidak seperti halnya menonton televisi.
Mendengarkan rado  dapat dilakukan sambil melakukan hal-hal lainnya, berpindah tempat, tetapi harus tetap dengan konsentrasi tinggi. Hal ini berarti lebih banyak waktu yang dapat digunakan untuk mengerjakan hal-hal lainnya, sambil dapat mendengarkan/ menikmati suaranya. Ini juga berarti bahwa makin banyak pendengar yang dapat dijangkau sementara mereka masih tetap dapat bekerja sesuai tanggung jawab pekerjaannya.
Radio juga media elektronik termurah, baik pemancar maupun penerimanya. Karena kita hanya membutuhkan sebuah radio dari tape radio, radio dalam mobil atau aplikasi radio yang terdapat di dalam handphone. Tidak perlu mengeluarkan biaya lagi jika ingin mendengarkannya, hanya dengan mencari frekuensi yang kita inginkan, kita bisa langsung mendengarkannya secara gratis, dari waktu ke waktu. Ini berarti terdapat ruang untuk lebih banyak stasiun penyiaran dan lebih banyak pesawat penerima dalam sebuah perekonomian nasional. Dibandingkan dengan media lain, biaya yang rendah sama artinya dengan akses kepada pendengar yang lebih besar dan jangkauan lebih luas dari radio.

D.    Kelemahan Radio
Radio juga memiliki kelemahan-kelemahan dibandingkan media massa lainnya. Kelemahan-kelemahan itu adalah selintas yaitu siaran radio cepat hilang dan gampang dilupakan. Pendengar tidak dapat mengulang apa yang diucapkan sang penyiar radio semudah membalikkan kertas majalah atau Koran. Global, sajian informasi radio bersifat global, tidak detail. Oleh karena itu, angka-angka pun dibulatkan. Misalkan, ada berita tentang ‘253 orang karyawan pabrik sepatu diPHK secara sepihak’ maka sang penyiar akan mengatakan ‘dua ratus orang lebih karyawan abrik sepatu di PHK secara sepihak’. Memiliki batasan waktu, waktu siaran radio terbatas, umumnya siaran dibuka mulai pukul 05.00-24.00, maksimal 20 jam bila memungkinkan. Beralur linier, program acara disajikan dan dinikmati pendengar berdasarkan urutan yang sudah ada. Tidak seperti Koran atau majalah, pembaca bisa langsung kehalaman tengah atau terakhir sesuai yang diinginkan dan kadang mengandung gangguan, yaitu saat mendengarkan program acara radio, pendengar terkadang mengalami gangguan secara teknis. Misalnya, suara yang timbul-tenggelam atau tidak jelas.
Merujuk dari kekurangan dan kelebihan radio seperti sudah dijelaskan di atas maka radio harus dikelola dengan baik agar pendengar bisa mendapatkan apa yang diinginkan dan dibutuhkan. Kebutuhan tersebut bisa berupa informasi atau hiburan. Dan tentunya dapat menghasilkan manfaat yang berguna bagi si pengirim maupun penerima pesan suara.










BAB III
HASIL KUNJUNGAN DAN PEMBAHASAN
A.    Waktu dan tempat
Hari/ Tanggal                    : Senin , 15 – 18 Juli 2013
Tempat/Ruangan               : RRI malang
Waktu                               : 09.00 – selesai 
Pembimbing Lapangan     : Ali Sukamto, ApSAp.MAP.MOC
Kegiatan                            :Kunjungan Mengenai Peranan Media Radio Sebagai Promosi Kesehatan

B.     Sejarah singkat RRI Malang
1.      Awal mula siaran radio di Indonesia
Siaran radio di Indonesia pertama kali dikenal masyarakat sekitar tahun 1920 sejalan dengan perkembangan penjajahan Belanda di Indonesia saat itu. Belanda berhasi mendirikan pemancar radio telegraf di negeri Belanda, kemudian ditingkatkan menjadi radio telefoni. Lama kelamaan keinginan untuk menyelenggarakan radio pertama di Indonesia pada tanggal 16 Juni di Batavia dengan nama Bataviasche Radio Vereniging (BRV). di kota-kota yang dianggap strategis secara politik maupun ekonomi seperti Bandung, Cirebon, Surabaya, dan Malang didirikan stasiun relay.

2.      Lahirnya radio republik Indonesia

Pada masa pendudukan Jepang, pemerintah militer sepenuhnya mengendalikan media komunikasi massa sebagai salah satu alat propaganda, Khususnya mengenai radio siaran, baik swasta maupun semi pemerintah, maka pemerintah Jepang mendirikan badan yang mengurus dan menyelenggarakan siaran radio di pusat maupun di daerah-daerah. Badan ini bernama Hosokyokaki yang berada di Jakarta, Bandung, Purwekerto, Semarang, Solo, Surabaya dan Malang. Pada Tanggal 19 Agustus 1945, semua siaran Hosokyokaki dihentikan oleh pemerintah Jepang. Kemudian orang-orang siaran radio berinisiatif untuk mengaktifkan kembali siaran radio sebagai komunikasi pemerintah Indonesia dengan rakyat. Karena alat-alat lain seperti telepon, telegraf, pres dan lain-lain selain kurang cepat dan masalah sistem pemancarnya juga mudah terputus oleh pertempuran. Setelah beberapa pertemuan dengan pihak pemerintah, maka pada tanggal 11 September 1945, dilegasi sebuah ruang siap di gedung Radd Van Idie Penjoboan. Dalam rapat tersebut diambil beberapa keputusan dengan menetapkan: “tanggal 11 September 1945 ditetapkan sebagai hari berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI)”

3.      Lahirnya RRI stasiun regional malang
Pada pembangunan pertama pemerintah Indonesia, Malang juga ikut aktif untuk menunjang pembangunan, apalagi sejak zaman kemerdekaan dan satu bulan setelah itu, tepatnya 11 september 1945 lahirnya RADIO REPUBLIK INDONESIA (RRI), dan RRI Regional II Malang adalah salah satu bagian dari Radio Republik Indonesia yang keberadaanya memiliki sejarah yang HEROIK. Sejarah berdirinya RRI Regional II Malang ini terdiri dari empat periodik:
a)      Zaman Penjajahan Belanda
(NIRON dan GOLDBERG) Sebenarnya sebelum bangsa Indonesia memasuki Zaman kemerdekaan, di Malang sudah ada stasiun radio dengan nama NIROM (Netherland Indische Radio Omrep) yang berlokasi di jalan Cilaket (Sekarang Jl. Jaksa Agung Suprapto) sedangkan radio Goldberg, bertempat di Toko Goldberg (sekarang Jl. Basuki Rahmat/Kayutangan). NIROM dan GOLDBERG berdiri di kota Malang sekitar tahun 1936-1941.

b)      Zaman Penjajahan Jepang
(Malang Hosokyokai) ketika Jepang berkuasa di Indonesia, setelah mengalahkan tentara belanda, juga menguasai stasiun radio dikota Malang. Dengan mendirikan pemancar radio dan membangun stasiun eks Belanda, yang terletak di Jl. Betek (sekarang Jl. Mayjen Pandjaitan). Dimasa pendudukan Jepang, radio yang dibangun dinamakan HOSOKYOKAI dipimpin oleh Inokawa, sedang pimpinan teknik adalah Mayda, siarannya adalah Ishikawa. Dari sinilah masa perjuangan Radio Republik Indonesia yang diberi nama siaran Radio Republik Indonesia. Dengan peralatan bekas pemerintah Jepang itulah siaran-siaran radio ini sangat membantu untuk perjuangan di kota Malang. Namun karena beberapa cobaan yang merupakan hambatan, menjadikan siaran radio ini tidak selancar yang diharapkan, terutama karena adanya Clash I dan Clash II oleh Belanda.

c)      RRI di zaman perjuangan Kemerdekaan
Setelah pecahnya Clash I dan Clash II yang dilancarkan pihak belanda hampir dikatakan RRI Malang mendapat satu tuntutan yaitu ikut mengorbankan semangat juang bangsa. Pada tahun 1974, Pemancar daerah Malang selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Pada saat itu didirikan sebuah pesawat TB di kepanjen dengan kekuatan 60 Watt, akan tetapi tidak bertahan lama karena adanya gerakan bumi hangus sehingga harus pindah ke Blitar, dengan nama RRI cabang Malang di Blitar. Siarannya diadakan dengan gelombang 113 m, dengan panggilan YDO (Call Sign). Meskipun menggunakan pemancaran dan diesel yang kecil namun siarannya dapat ditangkap dengan baik, sehingga dapat mempengaruhi lawan, akibatnya stasiun RRI Malang dicari oleh pihak Belanda.

d)     RRI Malang Kembali Mengudara Sekitar Tahun 1962
Sekitar tahun 1962 dilakukan percobaan untuk mendirikan stasiun radio Malang atas bantuan dari PHB DAN VIII Brawijaya (Sekarang disebut HUB DAM V Brawijaya Malang) dengan sebuah pemancar RCA yang diperkuat dengan amplifier bermerek givson yang berkekuatan 60 Watt Output. Pada peringatan ulang tahun ke-18 Divisi Brawijaya Sojited di Jl. Creme 16 Malang. Setelah ulang tahun divisi usai maka pemerintah daerah Malang membentuk suatu panitia yang bertugas untuk mengambil alih dengan persetujuan divisi Brawijaya. Usaha ke pusat terus diperjuangkan sehingga akhirnya dengan surat Direktorat Radio dan Televisi tanggal 28 Desember 1963 nomor 1154/0.t/sec/1963 tentang radio RRI dan Televisi di kota Malang. Akhirnya pada bulan september 1965, RRI Persiapan diresmikan dengan nama RRI STUDIO MALANG oleh Kepala Stasiun RRI Surabaya.

4.      RRI cabang pratama di era reformasi
Dalam era reformasi RRI Malang berubah menjadi Perjan RRI Cabang Pratama Malang dibawah Departemen Keuangan, sesuai dengan SK nomor: 07/KEPDIRUT/2001, tanggal 20 April 2001. Sedangkan dalam pelaksanaan operasi sehari-hari, Lembaga Penyiaran Publik RRI Cabang Pratama Malang dipimpin oleh seorang kepala cabang dan dibantu oleh beberapa manager.

Gambar 1.2 : Lambang RRI
C.     Pembahasan
1.      Langkah - langkah yang harus dilakukan dalam pengembangan pesan adalah:
a)      Membuat konsep pesan-pesan yang berisikan ilustrasi-ilustrasi pendahuluan, kata-kata ungkapan, tema atau slogan yang merefleksikan strategi secara keseluruhan.
b)      Prates konsep pesan pada kelompok sasaran atau wakil-wakil perorangan yang diharapkan akan menghasilkan pesan yang bermutu. Memberikan perhatian khusus untuk gambar atau ilustrasi (bentuk yang tidak tertulis) untuk menghindari salah paham.
c)      Ciptakan dan kembangkan pesan-pesan yang lengkap beserta sarana pendukungnya
d)      Prates pesan yang lengkap dan bahan-bahan untuk pemahamna keseluruhan, kemampuan mengingat, titik yang kuat dan lemah, relevansi pribadi dan hal-hal peka atau masih diperdebatakan, sebelum diproduksi.
e)       Adanya tes ulang bahan-bahan sebelum diproduksi ulang untuk meyakinkan daya muat apakah masih efisien dan effektif.

2.      Etika dalam menyiarkan.
Ada beberapa metode yang harus di perhatikan sebelum melakukan siaran langsung. Di antaranya,tidak boleh merujuk kepada nama seseorang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, tidak boleh menyebut nama suatu produk obat dan dosisnya, barang, merek, klinik swasta serta klinis suatu penyakit secara detail.
Yang paling penting adalah bagaimana cara menyampaikan suatu permasalahan sekaligus upaya pencegahannya,baik yang bisa di lakukan secara mandiri maupun kelompok dan lain-lain

3.      Metode dalam penyampaian informasi.
a)      Metode Promosi Individual (perorangan)
Dalam promosi kesehatan,metode yang bersifat individual ini di gunakan untuk membina perilaku baru atau inovasi. Dasar di gunakan pendekatan individukarena setiap orang mempunyai masalah atau alasan yang berbeda.bentuk pendekatannya antara lain:
1)         Bimbingan dan penyuluhan
2)         Wawancara (interview)
b)       Metode Promosi Kelompok
Dalam promosi kesehatan yang bersifat kelompok, ini digunakan untuk membina prilaku pada suatu kelompok tertentu agar mereka dapat mengetahui dan mengikuti pesan yang kita berikan, cara yang dapat digunakan dalam menyampaikan pesan dapat dilakukan dengan ceramah.

c)       Metode Promosi Massa
Dalam promosi kesehatan secara massa dipakai untuk mengkomunikasikan pesn-pesan kesehatan yang ditunjukan kepada masyarakat yang bersifat massa atau publik. Cara yang digunakan antara lain:
1)      Ceramah umum
2)      Simulasi
3)      Dialog

4.      Teknik untuk mempengaruhi Massa
a.       Imbauan rasional
Hal ini didasarkan pada anggapan bahwa manusia pada dasarnya makhluk rasional. Contoh pesan : “Datanglah ke posyandu untuk imunisasi anak Anda. Imunisasi melindungi anak dari penyakit berbahaya”. Para ibu mengerti isi pesan tersebut, namun kadang tidak bertindak karena keraguan.

b.      Imbauan emosional
Kebanyakan perilaku manusia, terutama kaum ibu, lebih berdasar pada emosi daripada hasil pemikiran rasional. Beberapa hal menunjukan bahwa pesan dengan menggunakan imbauan emosional lebih berhasil dibanding dengan imbauan dengan bahasa rasional. Contoh : “Diare penyakit berbahaya, merupakan penyebab kematian bayi. Cegahlah dengan stop BAB sembarangan”. Kombinasikan hubungan gagasan dengan unsur visual dan nonverbal dalam poster, misalnya dengan gambar anak balita sakit, kemudian tertera pesan, “Lindungi anak Anda”

c.       Imbauan motivasional
Pesan ini dengan menggunakan bahasa imbauan motivasi yang menyebtuh sisi internal penerima pesan. Manusia dapat digerakan lewat dorongan kebutuhan biologis seperti lapar, haus, keselamatan, tetapi juga lewat dorongan psikologis seperti kasih sayang, keagamaan, prestasi, dan lain-lain.

5.      Syarat menjadi seorang penyiar
Syarat menjadi seorang penyiar yang baik adalah  seorang penyiar harus dalam keadaan prima, dapat mengolah vocal , dapat mengolah kata dan yang paling penting seorang bersemangat dan dapat menyampaikan topic sesuia dengan temanya.

6.      Promosi kesehatan yang dilakukan RRI
Banyak promosi kesehatan yang diberikan oleh RRI, seperti mendatangkan dokter untuk memberikan beberapa informasi kesehatan seperti membahas penyakit HIV/AIDS,DBD, dan lain-lain. Disini RRI juga mempunyai sebuah program kesehatan yang khusus membahas masalah kesehatan yaitu program Dunia Wanita.

BAB IV
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Media radio dalam promosi kesehatan dapat diartikan sebagai media bantu untuk promosi kesehatan yang dapat dilihat, didengar, untuk memperlancar komunikasi dan penyebar-luasan informasi.)
Media radio menyampaikan pendidikan atau promosi kesehatan dengan obrolan (Tanya – jawab), sandiwara radio, ceramah, radio spot, dan lain sebagainya.

B.       Saran
            Upaya promosi kesehatan perlu ditingkatkan dan tenaga kesehatan di lapangan diharapkan terus melakukan penyuluhan kesehatan yang berkesinambungan demi terbinanya kesehatan masyarakat salah satunya dengan pemanfatan media radio.

















DAFTAR PUSTAKA

http://www.rri-malang.com/ . Diakses pada tanggal 20 Oktober 2013.
D. J. Maulana, Heri. 2009. Promosi Kesehatan. Jakarta: EGC.
Machfoedz, Ircham. 2007. Pendidikan Kesehatan Bagian dari Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Fitramaya.
http://www.pamsimas.org  2009. Metode dan Media Promosi Kesehatan. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2013.















DOKUMENTASI















Tidak ada komentar:

Posting Komentar