LIMBAH
PADAT SEBAGAI TAMBANG PENGAHSILAN

Disusun
oleh :
Chazizah
Ayu Rahmanita 1206.13251.055
PROGRAM
STUDI KESEHATAN LINGKUNGAN
STIKES
WIDYAGAMA HUSADA
2012
KATA PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkan kehadiran Tuhan yang Maha Esa karena atas berkat dan
rahmat – Nya penulis dapat menyelesaikan makalah tentang “limbah
padat sebagai tambang penghasilan”. Penulis mengucapkan terima kasih pada
semua pihak yang telah memberi bantuan dalam menyelesaikan makalah ini sehingga
dapat di selesaikan dengan baik.
Penulis
menyadari dalam proses penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik
materi maupun dari cara penulisannya. Namun demikian penulis telah berupaya
dengan baik, dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga
makalah ini dapat di selesaikan. Untuk kesempurnaan penulis dimasa yang akan
datang kritik dan saran yang bersifat membangun sangatlah diharapkan. Dan
penulis berharap makalah ini bermanfaat bagi seluruh pembaca. Agar menciptakan
lingkungan yang bebas dari sampah.
.
Malang ,31 Desember 2012
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, sampah
adalah sesuatu yang tidak asing lagi di telinga, Setiap mata memandang di situ
ada sampah, memang berlebihan jika dikatakan demikian. Namun semua itu memang
kenyataan yang tidak dapat di pungkiri lagi. Sampah merupakan kotoran; bisa
sesuatu yang tak terpakai dan dibuang; semua barang yang dibuang karena di
anggap tak berguna lagi (Sulchan Yasyin. Kamus Pintar Bahasa Indonesia
213:1995.Amanah), berarti dapat katakan sampah adalah barang bekas, barang
buangan, barang tidak berguna, barang kotor dan lain-lain. Sampah seharusnya
dimanfaatkan, diolah dikelola sesuai dengan prosedur yang benar. Pengelolaan
sampah yang baik harus memenuhi 3-R reduce (mengurangi penggunaan barang yang
menghasilkan sampah), reuse (menggunakan kembali barang yang biasa dibuang),
dan recycle (mendaur ulang), (Kompas, 4 Juli 2008).
Dalam kenyataannya, pengelolaan
pengolahan sampah dalam kehidupan sehari-hari tidak seperti yang kita
bayangkan. Sampah banyak dijumpai dimana-mana tanpa adanya pengelolaan yang
baik. Pengelolaan yang buruk mengakibatkan pencemaran baik pencemaran udara,
air di dalam dan atas permukaan, tanah, serta munculnya berbagai macam penyakit
yang mengancam kesehatan warga (Bagong Suyoto. 2005 ” Menghindari Malapetaka
Sampah” ). Sampah sering menjadi barang tidak berarti bagi manusia, sehingga
menyebabkan sikap acuh tak acuh terhadap keberadaan sampah. Orang sering
membuang sampah sembarangan, seolah-olah mereka tidak memiliki salah apapun.
Padahal membuang sampah merupakan perbuatan yang tidak menunjukkan kepedulian
terhadap lingkungan.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan dari uraian latar belakang masalah
tersebut, dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.
Apa
yang dimaksut dengan limbah?
2.
Apa
yang dimaksut dengan limbah padat ?
3.
Bagaimana
cara mengolah limbah padat ?
C. Tujuan
1.
Untuk
menambah wawasan dan pengetahuan tentang limbah padat.
2.
Untuk
mengetahui cara mengolah limbah padat.
D. Manfaat
1.
Agar mahasiswa mendapat pengetahuan tentang limbah padat.
2.
Agar mahasisawa mengetahui cara mengelolah limbah padat.
BAB II
TINJAUN PUSTAKA
TINJAUN PUSTAKA
A. Konsep Pengelolaan Sampah
Terdapat beberapa konsep tentang pengelolaan sampah yang berbeda penggunaanya
antara negara-negara atau daerah yaitu :
Hirarki sampah, hirarki limbah
merujuk pada “3M” mengurangi sampah, menggunakan kembali sampah dan daur ulang
yang mengklasifikasikan strategi pengelolaan sampah sesuai dengan keinginan
dari segi minimalisasi sampah. Tujuan
limbah hirarki adalah untuk mengambil keuntungan meksimum dari produk-produk
praktis dan menghasilkan jumlah minimum limbah.
Perpanjangan tanggung jawab
penghasil sampah/extended producer responsibility (EPR). (EPR) adalah suatu
strategi yang dirancang untuk mempromosikan integrasi semua biaya yang berkaitan
dengan produk-produk mereka seluruh siklus hidup (termasuk akhir-of-pembuangan
biaya hidup) ke dalam pasar harga produk. Tanggung jawab produsen di perpanjang
dimaksudkan untuk menentukan akuntabilitas atas seluruh lifecycle produk dan
kemasan di perkenalkan ke pasar.
B. Dasar Pengolahan Limbah di Indonesia
Berdasarkan Keputusan
Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. 02/MENKLH/1988, yang
dimaksud dengan pencemaran adalah Masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau
komponen lain ke dalam air/udara, dan/atau berubahnya tatanan (komposisi)
air/udara oleh kegiatan manusia atau proses alam sehngga kualitas udara/air
menajdi kurang atau tidak dapar berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
Dengan semakin meningkatnya perkembangan sektor
industri dan transportasi, baik indutri minyak dan gas bumi, pertanian,
industri kimia, industri logam dasar, industri jasa dan jenis aktivitas manusia
lainnya, maka semakin meningkat pulabtingkat pencemaran pada perairan, udara
dan tanah akibat berbagai kegiatan tersebut(Rachmayanti, 2004).
Untuk mencegah
terjadinya pencemaran lingkungan oleh berbagai aktivitas tersebut maka perlu dilakukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan
menetapkan baku mutu lingkungan, termasuk baku mutu air pada
sumber air, baku mutu limbah cair, baku mutu udara ambien, baku mutu udara
emisi dan sebagainya.
C.
Karakteristik Limbah Secara Umum
Limbah
merupakan bagian dari produk hasil pertanian yang pengelelolaannya perlu
mendapat perhatian, karena dapat menjadi sumber bencana bagi manusia. Jika
tidak dikelola dengan baik maka limbah pertanian sering menjadi tempat
bersarang/berkembangbiak hama dan penyakit, terjadinya pencemaran (polusi)
udara berupa gas Metan (CH4), CO2 dan N2O (Baharuddin,
2010).
Secara umum, limbah pertanian
merupakan limbah organik. Limbah pertanian memiliki ciri-ciri umum. Ciri
umum atau karakteristik tersebut dibagi dalam dua kategori, yaitu karakteristik
secara fisika dan kimia.
|
KARAKTERISTIK
|
SUMBER LIMBAH
|
|
Fisika :
|
|
|
Warna
|
Bahan Organik, limbah industri dan
domestic
|
|
Bau
|
Penguraian Limbah
|
|
Padatan
|
Sumber Air, Limbah industri dan
domestic
|
|
Suhu
|
Limbah Industri dan Domestik
|
|
Kimia :
|
|
|
Karbohidrat
|
Limbah Industri, Perdagangan dan
Domestik
|
|
Minyak dan Lemak
|
Limbah Industri, Perdagangan dan
Domestik
|
|
Pestisida
|
Limbah hasil pertanian
|
|
Penol
|
Limbah Industri
|
BAB
III
PEMBAHASAN
I.
Pengertian Limbah
Limbah yaitu kotoran yang dihasilkan karena pembuangan sampah atau
zat kimia dari pabrik-pabrik. Limbah juga merupakan suatu bahan yang tidak berarti dan tidak berharga, tapi
kita tidak mengetahui bahwa limbah juga bisa menjadi sesuatu yang berguna dan
bermanfaat jika diproses secara baik dan benar. Limbah juga bisa berarti
sesuatu yang tidak
berguna dan dibuang oleh kebanyakan orang, mereka menganggapnya sebagai
sesuatu yang tidak berguna dan jika dibiarkan terlalu lama maka akan menyebabkan
penyakit padahal dengan pengolahan sampah secara benar maka bias menjadikan
sampah ini menjadi benda ekonomis.
Berangkat dari pandangan tersebut
sehingga limbah dapat dirumuskan sebagai bahan sisa dari kehidupan sehari-hari
masyarakat. limbah yang harus dikelola tersebut meliputi limbah yang dihasilkan
dari :
- Rumah
tangga
- Kegiatan
komersial: pusat perdagangan, pasar, pertokoan, hotel, restoran, tempat
hiburan.
- Fasilitas
sosial : rumah ibadah, asrama, rumah tahanan/penjara, rumah sakit, klinik,
puskesmas.
- Fasilitas
umum: terminal, pelabuhan, bandara, halte kendaraan umum, taman, jalan,
- Industri
- Hasil
pembersihan saluran terbuka umum seperti sungai, danau dan pantai.
II.
Pengertian limbah padat
Limbah padat adalah
hasil buangan industri yang berupa padatan, lumpur ataububur yang berasal dari
suatu proses pengolahan. Limbah padat berasal dari kegiatan industri dan
domestik. Limbah domestic pada umumnya berbentuk limbah padat rumah tangga,
limbah padat kegiatan perdagangan, perkantoran, peternakan, pertanian serta
dari tempat-tempat umum.Jenis-jenis limbah padat: kertas, kayu, kain,
karet/kulit tiruan, plastik, metal,gelas/kaca, organik, bakteri, kulit telur,
dll.Sumber-sumber dari limbah padat sendiri meliputi seperti pabrik gula,
pulp,kertas, rayon, plywood, limbah nuklir, pengawetan buah, ikan, atau daging.
Secaragaris besar limbah padat terdiri dari :
1. Limbah padat yang mudah terbakar.
2.
Limbah padat yang sukar
terbakar.
3.
Limbah padat yang mudah
membusuk.
4.
Limbah yang dapat di daur
ulang.
5.
Limbah radioaktif.
6.
Bongkaran bangunan.
III.
Pengelolaan limbah padat.
A. Pengelolahan limbah padat
Pengolahan limbah padat dapat
dilakukan dengan berbagai cara yang tentunya dapat menjadikan limbah tersebut
tidak berdampak buruk bagi lingkungan ataupun kesehatan. Menurut
sifatnya pengolahan limbah padat dapat dibagi menjadi dua cara yaitu pengolahan
limbah padat tanpa pengolahan dan pengolahan limbah padat dengan pengolahan.
1)
Limbah
padat tanpa pengolahan : Limbah padat yang tidak mengandung unsur kimia yang
beracun dan berbahaya dapat langsung dibuang ke tempat tertentu sebagai TPA (Tempat
Pembuangan Akhir).
2)
Limbah
padat dengan pengolahan : Limbah padat yang mengandung unsur kimia beracun dan
berbahaya harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke tempat-tempat
tertentu.
Pengolahan limbah juga dapat
dilakukan dengan cara-cara yang sedehana lainnya misalnya, dengan cara mendaur
ulang, Dijual kepasar loak atau tukang rongsokan yang biasa lewat di depan
rumah – rumah. Cara ini bisa menjadikan limbah atau sampah yang semula bukan
apa-apa sehingga bisa menjadi barang yang ekonomis dan bisa menghasilkan uang.
Dapat juga dijual kepada tetangga
kita yang menjadi tukang loak ataupun pemulung. Barang-barang yang dapat dijual
antara lain kertas-kertas bekas, koran bekas, majalah bekas, botol bekas, ban
bekas, radio tua, TV tua dan sepeda yang usang.
Dapat juga dengan cara pembakaran.
Cara ini adalah cara yang paling mudah untuk dilakukan karena tidak membutuhkan
usaha keras. Cara ini bisa dilakukan dengan cara membakar limbah-limbah padat
misalnya kertas-kertas dengan menggunakan minyak tanah lalu dinyalakan apinya.
Kelebihan cara membakar ini adalah
mudah dan tidak membutuhkan usaha keras, membutuhkan tempat atau lokasi yang
cukup kecil dan dapat digunakan sebagai sumber energi baik untuk pembangkit uap
air panas, listrik dan pencairan logam.
Faktor – faktor yang perlu kita
perhatikan sebelum kita mengolah limbah padat tersebut adalah sebagai berikut :
1) Jumlah Limbah
Sedikit
dapat dengan mudah kita tangani sendiri. Banyak dapat membutuhkan penanganan
khusus tempat dan sarana pembuangan.
2) Sifat fisik dan kimia
limbah
Sifat
fisik mempengaruhi pilihan tempat pembuangan, sarana penggankutan dan pilihan
pengolahannya. Sifat kimia dari limbah padat akan merusak dan mencemari
lingkungan dengan cara membentuk senyawa-senyawa baru.
3) Kemungkinan pencemaran dan
kerusakan lingkungan.
Karena lingkungan ada yang peka atau
tidak peka terhadap pencemaran, maka perlu kita perhatikan tempat pembuangan
akhir (TPA), unsur yang akan terkena, dan tingkat pencemaran yang akan timbul.
4) Tujuan akhir dari pengolahan
Terdapat tujuan akhir dari
pengolahan yaitu bersifat ekonomis dan bersifat non-ekonomis. Tujuan pengolahan
yang bersifat ekonomis adalah dengan meningkatkan efisiensi pabrik secara
menyeluruh dan mengambil kembali bahan yang masih berguna untuk di daur ulang
atau di manfaat lain. Sedangkan tujuan pengolahan yang bersifat non-ekonomis
adalah untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan.
B.
Mekanisme
proses pengelolahan limbah padat
Dalam memproses pengolahan limbah
padat terdapat empat proses yaitu pemisahan, penyusunan ukuran, pengomposan,
dan pembuangan limbah.
- Pemisahan
Karena limbah padat terdiri dari
ukuran yang berbedan dan kandungan bahan yang berbeda juga maka harus
dipisahkan terlebih dahulu, supaya peralatan pengolahan menjadi awet.
1. Sistem pemisahan ada tiga yaitu
diantaranya :
a.
Sistem
Balistik. Adalah sistem pemisahan untuk mendapatkan keseragaman ukuran / berat
/ volume.
b.
Sistem
Gravitasi. Adalah sistem pemisahan berdasarkan gaya berat misalnya Syarat
barang yang ringan / terapung dan barang yang berat / tenggelam.
c.
Sistem
Magnetis. Adalah sistem pemisahan berdasarkan sifat magnet yang bersifat
magnet, akan langsung menempel. Misalnya untuk memisahkan campuran logam dan
non logam.
2.
Limbah
dapat di pisahkan berdasarkan golongannya :
1)
Limbah di bagi menjadi dua jenis :
a.
Limbah organik :
Sampah organik adalah sampah yang bisa
mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil
dan tidak berbau (sering disebut dengan kompos). Kompos merupakan hasil
pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah,
rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dipercepat oleh
bantuan manusia.
b.
Limbah non – organik :
Sampah anorganik yaitu sampah yang
terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis sehingga
penghancurannya membutuhkan waktu yang sangat lama. Sampah Anorganik berasal
dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari
proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik
dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan
oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang
sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol,
botol plastik, tas plastik, dan kaleng.
2)
Penanganan limbah :
1.
Penanganan
Sampah Organik
Penanganan
sampah organik ditujukan pada pembuatan kompos mandiri yang dilakukan di tiap
rumah tangga dan tiap RT kampung. Prosesnya sangat mudah, murah dan bermanfaat
dapat berasal dari sampah dapur (rumah tangga) ataupun sampah pekarangan (RT)
2.
Penanganan
sampah Non-Organik
Di tiap
rumah tangga harus memisahkan sampah plastik, logam dan kaca, serta membuangnya ke tong-tong sampah sesuai jenis
sampah yang telah di sediakan. Sampah-sampah tersebut akan di bawa ke tempat
pengumpulan sampah untuk dipilih mana yang masih dapat dijual mana yang tidak
dijual. Hampir semua sampah non organik dapat dijual ke pengepul
- Penyusunan Ukuran
Penyusunan ukuran dilakukan untuk
memperoleh ukuran yang lebih kecil agar pengolahannya menjadi mudah.
- Pengomposan
Pengomposan dilakukan terhadap
buangan / limbah yang mudah membusuk, sampah kota, buangan atau kotoran hewan
ataupun juga pada lumpur pabrik. Supaya hasil pengomposan baik, limbah padat
harus dipisahkan dan disamakan ukurannya atau volumenya.
- Pembuangan Limbah
Proses
akhir dari pengolahan limbah padat adalah pembuangan limbah yang dibagi menjadi
dua yaitu :
a) Pembuangan Di Laut
Pembuangan
limbah padat di laut, tidak boleh dilakukan pada sembarang tempat dan perlu
diketahui bahwa tidak semua limbah padat dapat dibuang ke laut. Hal ini
disebabkan :
1)
Laut
sebagai tempat mencari ikan bagi nelayan.
2)
Laut
sebagai tempat rekreasi dan lalu lintas kapal.
3)
Laut
menjadi dangkal.
4)
Limbah
padat yang mengandung senyawa kimia beracun dan berbahaya dapat membunuh biota
laut.
b) Pembuangan Di Darat Atau Tanah
Untuk
pembuangan di darat perlu dilakukan pemilihan lokasi yang harus dipertimbangkan
sebagai berikut :
1)
Pengaruh
iklim, temperatur dan angin.
2)
Struktur
tanah.
3)
Jaraknya
jauh dengan permukiman.
4)
Pengaruh
terhadat sumber lain, perkebunan, perikanan, peternakan, flora atau fauna.
Pilih lokasi yang benar-benar tidak ekonomis lagi untuk kepentingan apapun.
C.
Manfaat pengolahan limbah
Manfaat dari pengolahan limbah yaitu :
1.
Penghematan
sumber daya alam
2.
Penghematan
energi
3.
Penghematan
lahan TPA
4.
Lingkungan
asri (bersih, sehat, nyaman)
5.
Mengurangi
Pencemaran
Bencana Sampah yang tidak di kelola
dengan baik
Sampah yang tidak dikelola akan menyebabkan :
1.
Longsor
tumpukan sampah
2.
Sumber penyakit
3.
Pencemaran
lingkungan
4.
Menyebabkan banjir
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kesimpulan
dari makalah ini adalah pengolahan sampah dengan pengelolaan yang baik akan
mendatangkan keuntungan dalam hubungan timbal balik antara masyarakat dengan
lingkungan sekitar. Sampah baik organik dan anorganik harus mampu diolah,
dikelola, dan dimanfaatkan dengan baik
DAFTAR PUSTAKA
Amri..
” Sulap Sampah Jadi Barang Bermanfaat. 2008.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar